DETROIT, GISTARA GEYA – Donald Trump mengancam untuk mengenakan tarif sebesar 25% pada segala barang impor. Kebikajan yang bertolak dengan janji politik untuk memberikan kelonggaran dari inflasi.
Para ekonom menilai perusahaan-perusahaan tidak punya banyak pilihan selain menanggung biaya tambahan, sehingga menaikkan harga makanan, pakaian, mobil, minuman keras, dan barang-barang lainnya secara drastis.
Presiden terpilih tersebut melontarkan gagasan tarif, termasuk pajak tambahan sebesar 10% untuk barang-barang dari Tiongkok, sebagai cara untuk memaksa negara-negara tersebut menghentikan aliran imigran ilegal dan obat-obatan terlarang ke AS. Namun postingannya pada hari Senin di Truth Social mengancam akan mengenakan tarif pada barang-barangnya. hari pertama menjabat hanya bisa menjadi taktik negosiasi untuk membuat negara-negara tersebut mengubah perilakunya.
Harga komoditi akan merangkak tinggi dan jadi masalah utama bagi para pemilih yang memilih Trump dibandingkan Wakil Presiden Kamala Harris, namun tarif hampir pasti akan semakin meningkatkan biaya-biaya lain.
Di lain pihak, Asosiasi Distributor Hasil Bumi, sebuah kelompok perdagangan di Washington, mengatakan besaran tarif akan menaikkan harga buah-buahan dan sayuran segar dan merugikan petani AS ketika negara-negara lain melakukan tindakan balasan. (AP)