Kenali Empty Sella Syndrome

TANGERANG, GISTARA GEYA.– Empty Sella Syndrome adalah penyakit langka yang terjadi ketika kelenjar pituitari di dalam otak mengecil atau tertekan. Empty Sella Syndrome bisa terjadi karena rongga tempat kelenjar pituitari terisi cairan otak akibat kelainan lahir. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat cedera, tumor, atau pendarahan otak.

Kelenjar pituitari merupakan organ kecil di bawah otak dan terlindung dalam rongga otak yang disebut sella turcica. Kelenjar ini berperan dalam menghasilkan hormon yang mengatur banyak fungsi organ tubuh, seperti hormon pertumbuhan, serta hormon penghasil sperma dan sel telur.

Sella turcica adalah cekungan berbentuk pelana yang lokasinya berada di tulang di dasar tengkorak (tulang baji) tempat kelenjar pituitari atau hipofisis. Kelenjar ini berfungsi memproduksi hormon tertentu dan juga mengendalikan pelepasan hormon dari kelenjar lain.

Dalam Empty Sella Syndrome, sella turcica terisi sebagian oleh cairan serebrospinal dan kelenjar hipofisis yang sangat kecil yang berada di dasar sella (sella kosong sebagian) atau sepenuhnya terisi cairan serebrospinal tanpa kelenjar hipofisis yang terlihat (sella sepenuhnya kosong).

Penyebab Empty Sella Syndrome

Empty Sella Syndrome terbagi menjadi primer dan sekunder. Berikut adalah penjelasannya:

Empty Sella Syndrome primer

Empty Sella Syndrome primer disebabkan oleh kelainan struktur sella turcica sejak lahir. Kondisi ini menyebabkan cairan otak bocor dan mengisi kantung serta menekan kelenjar pituitari. Penyebab kelainan bawaan di rongga tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Empty Sella Syndrome sekunder

Empty Sella Syndrome sekunder terjadi karena beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan gangguan di kelenjar pituitari atau sella turcica, antara lain:

  • Tumor Otak
  • Terapi radiasi atau operasi di sekitar kelenjar pituitari
  • Peningkatan tekanan di dalam otak (hipertensi intrakranial)
  • Tumor Kelenjar Hipofisis
  •  Cedera otak
  • Kerusakan di kelenjar pituitari akibat komplikasi saat melahirkan (sindrom sheehan)

Gejala Empty Sella Syndrome

Empty Sella Syndrome sering kali tidak bergejala, namun gejala yang kerap muncul adalah sakit kepala yang akan reda ketika berbaring. Gejala lain seperti berikut:

  1. Disfungsi Ereksi
  2. Mudah Lelah
  3. Penuruna Gairah Seks
  4. Menstruasi yang tidak teratur
  5. Galaktorea, yaitu keluarnya ASI atau cairan menyerupai ASI dari puting payudara padahal tidak sedang hamil atau menyusui
  6. Keluarnya cairan otak dari hidung
  7. Sakit kepala
  8. Peningkatan tekanan di otak
  9. Gangguan penglihatan
  10. Masalah ereksi pada laki-laki

Diagnosis Empty Sella Syndrome

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:

  1. CT Scan kepala, untuk melihat bagian dalam otak, termasuk kelenjar pituitari
  2. MRI kepala, untuk melihat kelenjar pituitari yang tampak mendatar, mengecil, atau bahkan hilang pada empty sella syndrome
  3. Cek darah, untuk memeriksa kadar hormon-hormon di dalam darah

Pengobatan Empty Sella Syndrome

Penanganan kelainan empty sella syndrome bergantung pada jenis dan gejalanya. Usia dan kondisi kesehatan keseluruhan pasien juga menjadi hal yang diperhatikan. Jika tak ada gejala, pasien umumnya tak memerlukan perawatan apa pun. Begitu juga bila kelenjar pituitari tidak membesar.

Dokter akan menentukan metode penanganan yang tepat sesuai dengan hasil pemeriksaan pasien. Bila pasien diketahui memiliki kadar hormon prolaktin yang tinggi, misalnya, dokter mungkin akan memberikan bromokriptin untuk menekan produksi hormon tersebut. Dalam kasus tertentu, operasi bisa dilakukan. Terutama bila didapati kondisi serebrospinal mengering.

Pencegahan Empty Sella Syndrome

Empty sella syndrome primer tidak bisa dicegah, karena penyebabnya belum diketahui. Sementara empty sella syndrome sekunder bisa dicegah dengan melakukan beberapa upaya berikut:

  • Berkendara dengan standar keamanan di jalan raya
  • Mengenakan alat pelindung diri yang standar dan benar sesuai dengan profesinya
  • Berhati-hati melangkah terutama di tempat licin agar tak terpeleset dan jatuh
  • Tidak merokok
  • Menghindari paparan zat kimia berbahaya

Kapankah harus ke Dokter?

Empty Sella Syndrome merupakan penyakit langka dan gejala yang ditimbulkannya tidak khas. Oleh sebab itu, kecil kemungkinan pasien terdiagnosis penyakit ini.

Meski demikian, lakukan pemeriksaan ke dokter  jika mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui penyebab keluhan tersebut sehingga dapat ditangani dengan tepat.(NDL)