Tangerang, Gistara Geya.- Marah merupakan perasaan yang umum terjadi ketika seseorang sedang kesal, kecewa, atau frustasi karena suatu hal. Marah sendiri dapat diartikan sebagai emosi yang ditandai dengan adanya pertentangan terhadap seseorang atau perasaan setelah diperlakukan tidak benar.
Marah adalah hal yang sangat manusiawi, karena semua manusia pernah merasakan emosi ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita untuk dapat mengontrol dan mengeskspresikan emosi marah ini.
Jika tidak dapat mengontrol emosi marah, maka akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain dan lingkungan sekitar kita. Berikut cara-cara untuk mengontrol emosi marah, yaitu
- Atur nafas dan tenangkan diri sejenak
- Ketika anda mulai marah, cobalah untuk duduk dan menarik nafas panjang, kemudian hembuskan secara perlaha, lakukan berulang. Walaupun menarik nafas dalam tidak dapat meredakan emosi namun setidaknya pikiran anda akan menjadi jauh lebih tenang dan dalam keadaan seperti ini keputusan selanjutnya akan lebih tepat dan bijaksana.
- Temukan alasan penyebab emosi marah
- Tentu marah tidak dapat muncul begitu saja, pasti selalu ada sesuatu yang dapat memicu seseorang untuk marah. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda dapat fokus mengatasi dan mencari jalan keluar. Jangan sampai marah yang muncul memberikan dampak bagi orang lain yang tidak salah apa-apa.
- Mempertimbangkan dampak dari marah
- Perlu diperhatikan dampak yang timbul jika emosi marah tidak terkontrol. Hubungan dengan keluarga, saudara, dan relasi dapat merenggang bahkan hancur ketika amarah tidak terkontrol. Ketika keadaan lebih tenang, pikirkanlah langkah yang dapat diambil dalam suatu masalah.
- Mengeskspresikan emosi pada waktu yang tepat
- Pahamilah bahwa berteriak dan menangis adalah hal yang wajar ketika sedang marah. Namun ada kalanya kita perlu mengetahui waktu yang tepat untuk mengeluarkannya. Jangan asal melampiaskan emosi sesaat yang pada akhirnya akan menyesal dikemudian hari.
Cara tersebut bertujuan agar emosi marah dapat tersalurkan dengan baik, sehingga tidak berdampak negatif pada lingkungan sekitar dan terutama pada diri sendiri. Mengontrol dan mengendalikan emosi lebih baik dilakukan daripada meredam emosi. Meredam emosi adalah membatasi diri untuk mengekspresikan perasaan, sedangkan mengontrol emosi diartikan sebagai mengekspresikan perasaan dengan cara yang bijak. Meredam emosi malah dapat berakibat buruk bagi kesehatan seperti kegelisahan, gangguan tidur, tegang, tubuh dirasa tidak sehat, bahkan depresi. (NDL)