Kenali Penyakit Autoimun

Tangerang, Gistara Geya.– Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Sedangkan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya menjadi pelindung untuk melawan penyakit dan sel jahat, seperti bakteri dan virus.

Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh dan menilai sebagai zat asing. Akibat dari hal tersebut, tubuh anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh anda.

Penyakit autoimun umumnya menyerang wanita usia produktif, dimana faktor penyebabnya dapat berbeda antara satu penderita dengan yang lainnya. Hal yang berbahay dari penyakit autoimun ini adalah penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan sel jaringan dalam tubuh dan menimbulkan peradangan serta mengakibatkan kondisi serius pada penderitanya, seperti gangguan pada tulang persendian, saraf, kelenjar, dan organ-organ penting lainnya.

Penyebab Penyakit Autoimun

Penyebab penyakit autoimun belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit autoimun yaitu memiliki riwayat autoimun dalam keluarga, menderita infeksi bakteri dan virus seperti Epstein Barr, merokok, dan memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Gangguan autoimun dapat mempengaruhi hampir setiap organ dan sistem tubuh.

Gejala Penyakit Autoimun

Beberapa jenis penyakit autoimun memiliki gejala awal yang sama, seperti berikut:

  1. Mengalami nyeri di sekujur tubuh
  2. Sering merasa lemas
  3. Demam yang hilang timbul
  4. Ruam kulit
  5. Rambut mengalami kerontokan parah
  6. Kesemutan di tangan dan kaki
  7. Sulit berkonsentrasi

Diagnosis Penyakit Autoimun

Untuk mendiagnosis penyakit autoimun, dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan pasien, serta riwayat penyakit dalam keluarga pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Seringkali sulit dalam mendiagnosis penyakit ini, terutama pada tahap gejala awal. Tergantung pada kelainannya, metode diagnosis dapat mencakup:

  • Pemeriksaan fisik
  • Riwayat Kesehatan
  • Cek darah
  • Biopsi
  • Tes ANA (antinuclear antibody), untuk mengetahui aktivitas antibodi yang menyerang tubuh
  • Tes autoantibodi, untuk mendeteksi karakteristik antibodi dalam tubuh
  • Tes darah lengkap, untuk menghitung jumlah sel darah merah dan sel darah putih
  • Tes C-Reactive protein, untuk mendeteksi peradangan dalam tubuh
  • Tes sedimentasi eritrosit, untuk mengetahui tingkat keparahan peradangan yang terjadi di dalam tubuh
  • Sinar X

Pencegahan Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun kemungkinan tidak bisa anda cegah. Namun, beberapa ahli menyarankan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Berolahraga secara rutin dan konsisten.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari paparan zat beracun.
  • Konsumsi makanan yang sehat.
  • Batasi makanan olahan. 

Jika anda mengalami merasakan beberapa gejala seperti yang tertulis diatas yang berlangsung selama beberapa minggu dan semakin parah, maka segera hubungi dokter untuk pencegahan lebih lanjut. (NDL)